Diberdayakan oleh Blogger.

12 Agt 2016

Tag:

Estetika Slideshow


Ada beberapa hal yang membuat presentasi Anda menjadi bermakna, yaitu: 1) Konten 2) Perancangan 3) Cara Penyajian. Artikel ini akan membahas tentang perancangan slideshow atau slide presentasi yang biasanya dibuat di Microsoft Power Point.  Agar sebuah presentasi yang Anda sajikan kelihatan menarik, tentunya Anda harus memerhatikan beberapa kaidah. Hal tersebut akan sangat erat kaitannya dengan ilmu di bidang perancangan (desain) terutama sub-pokok: tipografi1, colour psychology2 dan semiotika3. Berikut adalah pembahasan estetika slideshow yang bisa diterapkan, tanpa mengkotak-kotakan pemikiran, gaya maupun konten yang akan dibuat:

Slide Judul

Contoh Slide Judul, Menunjukan Judul, Sub Judul dan Nama Penyaji
Banyak yang mengabaikan slide judul ini. Padahal ini adalah pintu gerbang yang akan membuka bagaimana "audiens" merespon "tontonan" yang Anda sajikan melalui slideshow. Supaya slide ini tidak hanya berfungsi sebagai pengenalan identitas (nama dan judul presentasi), baiknya slide ini dilengkapi dengan sebuah background/latar belakang yang berhubungan dengan apa yang akan Anda presentasikan.

Slide judul akan berfungsi menemani Anda ketika memperkenalkan nama (pribadi, instansi, kelompok) dan gambaran secara ringkas apa yang akan dipresentasikan.  Kemudian, (jika perlu) Anda bisa menjelaskan hubungan gambar tersebut dengan konten yang akan Anda sajikan. Dengan begitu, slide ini akan berfungsi dan tidak akan dilewatkan ketika Anda sudah susah payah membuatnya.



Kontras  
Beberapa template kadang tidak sesuai dengan konten yang akan kita sajikan. Maka dari itu, Anda kadang perlu mengubah pilihan warna dengan memerhatikan kontras. Hal ini bertujuan agar teks terlihat jelas saat ditampilkan. Hanya ada dua aspek saja yang perlu diperhatikan untuk memenuhi estetika dari segi kontras ini, yaitu memilih tulisan dengan warna gelap di latar terang atau warna terang di latar gelap. Latar gelap dan terang, tidak hanya berupa warna padat (solid colour) tetapi bisa juga bentuk pola (pattern) ataupun fotografi yang dibuat terang atau gelap, dengan cara menaikan/menurunkan brightness pada tab Format Picture di MS Power Point. Pada contoh slide judul diatas, latar slide merupakan sebuah fotografi aerial dari sebuah bangunan yang digelapkan dan di tone dengan warna biru. Huruf terang dengan warna putih dan biru muda pun menjadi kelihatan dengan jelas.



Safe Area

Tidak semua zona pada suatu slide adalah milik kita. Ibaratkanlah kita berada di sebuah ruangan tunggu yang penuh sesak dengan orang, tentulah kita tak akan nyaman berada di dalamnya. Begitu pula pada sebuah slide, ketika terlalu banyak konten di dalamnya, audiens akan terkesan “sesak” untuk melihatnya. Maka Anda harus mengetahui betul apa poin-poin yang akan ditampilkan, perkirakan seberapa banyak tulisan yang akan dimuat dalam satu slide. Apabila lebih, pikirkanlah cara nya agar tetap sebuah slide tidak penuh sesak. Entah itu membaginya kedalam dua slide atau mengatur ukuran tulisan. Dengan begitu Anda akan memberi ruang pada setiap sisi di bidang slideshow. 





Ilustrasi

Penggunaan bullets atau nomor pada slide sudah dinilai sangat monoton. Dengan hadirnya internet yang semakin hari kian terjangkau, Anda dapat dengan mudah mencari referensi di luar sana yang dapat mengilustrasikan poin/pemikiran yang Anda usut. Bisa berupa foto, atau yang paling sederhana adalah clip art yang berupa vector. Anda dapat mencari gambar di mesin pencari dengan menggunakan kata kunci: ... ico, ... symbol, ... photography, ... illustration, ... vector. Masukanlah objek yang ingin Anda cari dengan menyertakan kata kunci tersebut dibelakangnya. Kemudian jika ingin cepat anda bisa menggunakan perintah copy image dan paste ke dalam slide Anda.

Kekuatan teks untuk masuk dalam pikiran seseorang sangatlah kecil. Media teks akan lebih baik lagi apabila dilengkapi dengan sebuah bentuk ilustrasi yang relevan. Dengan begitu audiens akan mengingat bentuk yang dilihatnya ketimbang mengingat susunan kata-kata yang notabene sulit untuk diingat.

Perhatian! Ketika memasukan foto jangan sampai mengubah rasio (stretching), karena akan menyebabkan distorsi visual. Ubahlah foto dengan perbandingan ukuran yang sama.

Colouring

Kini saatnya Anda memperhatikan perpaduan warna. Tidak semua warna dapat berpadu satu sama lain. Terlalu banyak warna belum tentu akan membuat slide yang Anda tampilkan menjadi colourful ataupun menarik. Carilah warna yang pas dengan melihat skema warna yang cocok. Untuk melihat skema warna yang cocok, Anda bisa mengunjungi Adobe Kuler4.
Skema Warna yang diterapkan dalam sebuah Laman Web
Selain itu perhatikan juga warna tersebut memberi kesan apa pada konten yang disajikan. Sebab, warna juga dapat digunakan untuk menekankan sesuatu. Contohnya warna biru, yang dipercaya dapat memberi kesan tenang. Sedangkan warna merah dapat menunjukkan sebuah peringatan. Selengkapnya di psikologi warna.

Style
Style atau gaya, menunjukkan karakteristik sebuah slideshow. Tiap orang, golongan, kelompok memiliki gaya tersendiri untuk menampilkan sebuah persembahan visualnya kepada audiens. Tapi yang menjadi faktor penentu bukan hanya presenter, sasaran  audiens-pun mestilah tepat. Meski tidak lebih penting daripada konten presentasi, gaya pemilihan elemen visual Anda setidaknya diharapkan dapat membuat pengemasan slideshow lebih berkelas.  Sehingga, penonton akan dapat terbawa ke dunia Anda dan lebih tertarik untuk menikmati tiap slide yang dibuat. Beberapa hal yang bisa dipertimbangkan untuk menemukan style Anda adalah: 
  • Font (Jenis Huruf)
Untuk mendapatkan kesan tertentu, banyak yang bermain dengan jenis huruf atau font. Setiap jenis huruf memiliki karakteristik masing-masing. Tidak semua jenis huruf cocok untuk di berbagai situasi.

Tentunya Anda akan kenal akrab dengan Times New Roman atau Arial. Apakah kedua huruf tersebut terlalu standar untuk presentasi? Jawabannya tidak, karena kedua huruf tersebut mempunya fungsi masing-masing dan bisa menjadi suatu yang artistik apabila kita bisa sedikit “bermain.”

Times New Roman – memiliki jenis huruf serif, dimana di setiap ujung pada kaki huruf tersebut memiliki lengkungan. Jenis huruf serif ini biasanya digunakan untuk presentasi korporat, kantoran, lembaga pendidikan maupun situasi formal lainnya. Selain itu juga, pemakaian huruf jenis ini juga dapat meningkatkan sense of literature (cita rasa kesastraan) mengingat novel/karya sastra klasik yang dinilai puitis banyak menggunakan huruf jenis ini.
Contoh penyajian bentuk visual Times New Roman
Arial – memiliki jenis huruf sans-serif  yang lebih sederhana disebut huruf tak berkaki. Pemakaian jenis huruf ini cenderung lebih kasual/santai karena banyak dijumpai di banyak laman internet. Tetapi tidak jarang pula huruf jenis ini dapat membuat sesuatu yang classy.
Contoh penyajian bentuk visual Arial
  • Tema
Jika Anda seorang yang menyenangi teknologi, maka kemungkinan besar jenis visual yang Anda sukai adalah yang berbau digital/robotic. Misal jenis huruf seperti yang ada di kalkulator, nintendo ataupun yang terdiri dari dots-dots matriks. Sementara apabila Anda memiliki kesenangan yang kecewek-cewek-an, kebanyakan akan sangat cenderung menyukai latar/tulisan berwarna pink, kuning atau warna-warna pastel beserta tulisan yang curly dan ornamen berbunga-bunga.  Maka, menentukan tema akan membantu Anda untuk lebih bersemangat membuat slideshow.

Tipografi
Setelah mengenal gaya dan tema, jenis huruf bisa juga digunakan untuk menekankan sesuatu. Yang paling utama dalam ilmu penataan tulisan adalah mengenal kriteria huruf. 1) Huruf Bold atau cetak tebal, berfungsi untuk meng-highlight/menandakan sebuah istilah penting atau sebuah pernyataan yang benar-benar perlu disimak. Efek penebalanlan huruf tersebut akan berfungsi apabila dipadukan dengan typeface jenis normal/reguler. 2) Sedangkan jenis huruf italic atau cetak miring, digunakan untuk menandai istilah asing (diluar bahasa utama konten) atau menuliskan sebuah pernyataan, kutipan, penggalan percakapan. 3) Huruf Underlined atau bergaris bawah digunakan untuk menandai poin penting dari sebuah kalimat.

Selain hal diatas, yang perlu diperhatikan dalam tipografi adalah:

·         Ukuran Huruf        
Ukuran huruf sangat penting untuk diperhatikan agar bagian utama dan pendukung dari materi/konten dapat terlihat perbedaannya. Bagian yang menunjukan jenis-jenis atau sama penting-nya harus berukuran sama.

·         Kerning 
Istilah kerning mengacu pada kerenggangan huruf yang berfungsi untuk membuat huruf menjadi terkesan leluasa (jika renggang), lebih menyatu (jika dipadatkan).

 
Kerenggangan huruf mulai dari rapat ke renggang
Membuat serangkaian slideshow yang berestetika adalah membuat seni visual. Maka dari itu, semakin banyak referensi gambar yang pernah dilihat, maka kita akan bisa menilai dan mempunyai sebuah standar kelayakan terhadap sebuah sajian visual. Dengan banyak melihat contoh gambar yang mempunyai nilai seni, tentunya kita akan terdorong untuk membuat hal serupa.    





1ilmu tentang penataan tulisan
2mengkaji bagaimana sebuah warna merepresentasikan sebuah atmosfir, perasaan ataupun suasana
3ilmu yang mempelajari mengenai tanda
4https://color.adobe.com/

Mengenai Restu Bias Primandhika

Halo, Saya Restu, seorang insinyur multimedia yang kini juga aktif dalam ranah pendidikan bahasa. Bermusik adalah hobi saya hingga sekarang. Selain itu, saya mempunyai ketertarikan di bidang videography, fotografi dan desain. Disinilah tempat saya berbagi seni visual, musik dan segala pemikiran saya.

0 Komentar:

Posting Komentar

 

Sponsor