Diberdayakan oleh Blogger.

2 Des 2016

Teori Piaget dan Vygotsky serta Hubungannya dengan Perkembangan Bahasa pada Anak

Perbedaan Mengenai Teori Piaget dan Vygotsky

Dalam Teori Piaget maupun Teori Vygotsky dikemukakan bahwa interaksi sosial memegang peranan penting dalam perkembangan kognitif seseorang. Keberadaan dua teori ini tentunya dianggap berpengaruh walaupun memiliki perbedaan yang cukup jelas. Pada zaman dimana kedua teori ini berkembang di kalangan psikolog, Piaget dan Vygotsky mengklaim bahwa teori yang mereka miliki masih berdiri masing-masing. Sampai akhirnya penelitian terkini menemukan bahwa teori-teori tersebut tidak sepenuhnya bertolak belakang, tetapi bisa saling melengkapi.

Perbedaan yang Kontras

  1. Teori Piaget mengemukakan bahwa seseorang dapat belajar secara mandiri dengan melihat orang-orang di sekelilingnya. Sedangkan, Vygotsky berpendapat bahwa seseorang harus ditunjang dengan interaksi sosial agar dapat berkembang. Adanya keterlibatan seseorang dalam aktivitas sosial membuat bahasa dan kognisi diri seseorang berkembang.
  2. Piaget menyatakan bahwa kemampuan kognitif seseorang berkembang sesuai dengan usia. Bertentangan dengan itu, tanpa melihat rentang usia, Vygotsky menyatakan bahwa perkembangan kognitif seseorang diperoleh dari keterlibatannya di masyarakat.
  3. Piaget dan Vygotsky memiliki pendekatan pembelajaran yang berbeda. Piaget secara rinci mengamati bagaimana pembelajaran pada anak-anak berlangsung, tetapi ia tidak menegaskan peran dari seorang pembina (tutor) atau guru (teacher). Disamping itu, Teori Vygotsy tidak mengamati perkembangan mental nyata dan hanya membahas mengenai perolehan-perolehan konsep/kemampuan baru. Keduanya berpikir bahwa selalu ada tugas di luar jangkauan pembelajar. Vygotsky yakin dengan adanya bantuan dari pembimbing (mentor) tugas-tugas tersebut dapat dilaksanakan. Sedangkan Piaget, tidak menyarankan apa pun mengenai permasalahan ini.
  4. Maka dari itu, Teori Vygotsky sangat cocok apabila diterapkan ke dalam strategi pengajaran. Di sisi lain, Teori Piaget memberikan pilihan pada seorang individu untuk menjelajahi dan mempelajari sesuatu secara mandiri tanpa adanya ketergantungan dari pihak lain.

Penjelasan Secara Ringkas

Teori Piaget

Jean Piaget mengembangkan teori perkembangan kognitifnya berdasarkan penelitian yang bersubjek anak-anak.  Sehingga ia dikenal atas Teori Pembelajaran Kognitif melalui Pengamatan (the theory of cognitive observational learning). Menurutnya, ada empat tahap perkembangan kognitif yang dilalui setiap individu, diantaranya: 1) Tahap sensorimotor 2) Tahap pra-operasional 3) Tahap operasional konkret 4) Tahap operasional formal.

Selain itu, menurut teorinya pula, ada dua proses penting yang menjadi karakteristik dari setiap tahapan perkembangan kognitif, yaitu:

  • Asimilasi: proses masuknya hal-hal baru yang dijumpai ke dalam ranah kognitif dan dicerna berdasarkan pengetahuan yang sudah ada.
  • Akomodasi: proses perubahan struktur kognitif karena adanya hal-hal baru yang muncul dalam kehidupan, sehingga hal-hal tersebut bisa dianggap masuk akal.
Piaget mengamati adaptasi melalui konsep “skema mental.” Setiap individu memiliki skema mental yang bisa menjelaskan dunianya sesuai dengan pengetahuan yang dimiliki. Skema mental yang dimiliki seseorang akan terganti apabila ia menerima informasi baru yang berkonflik dengan pengetahuan yang dipunyai sebelumnya. Seseorang yang sulit mengubah skema mentalnya harus didorong untuk melihat sudut pandang orang lain serta didorong untuk lebih fleksibel dalam berpikir. Berikut adalah diagram alir yang menunjukkan teori adaptasi Piaget:

Teori Vygotsky

Sementara itu, Vygotsky mempunyai teori perkembangan kognitif yang disebut Teori Sosiokultural (the sociocultural theory). Vygotsky mempelajari perkembangan mental anak, yang mencangkup bagaimana mereka bermain dan berbicara. Tidak hanya itu, ia juga mempelajari hubungan antara pikiran dan bahasa. Teori ini memiliki tiga konsep penting yang berhubungan satu sama lain yaitu:
  1. Hubungan antara Bahasa dan Perkembangan Kognitif Anak - dari hasil studinya, Vygotsky berpendapat bahwa bayi tidak memiliki ucapan karena tidaklah begitu penting bagi mereka untuk memahami bahasa. Anak-anak akan mulai menangkap bahasa dan berbicara secara konstan pada saat mereka bermain. Dalam hal ini, hubungan antara pikiran dan bahasa sangat dekat. Pembelajaran anak-anak dipengaruhi oleh bahasa dan budayanya.
  2. Konsep Internalisasi - (internalisation) ini menjelaskan tahapan perkembangan kognitif seorang anak. Seorang anak mulai mempelajari konsep baru dengan meniru, lalu meniru dan memahami, barulah sampai kepada internalisasi konsep. Tahap-tahap internalisasi meliputi:
    1) Ketidakmampuan untuk menyelesaikan tugas/perintah secara mandiri.
    2) Mampu menyelesaikan tugas/perintah dengan bantuan verbal dari individu yang lebih berpengalaman (perancah/scaffolding)
    3) Mampu menyelesaikan tugas/perintah dengan bantuan tindakan dari individu yang lebih berpengalaman (perancah/scaffolding)
    4) Internalisasi selesai: seseorang memiliki kemampuan menyelesaikan tugas/perintah secara mandiri.
  3. Zona Perkembangan Proksmial (Zone of Proximal Development/ZPD) - Faktor sosial sangat berpengaruh terhadap perkembangan kecerdasan seseorang. ZPD menerangkan potensi seseorang akan perkembangan kognitifnya. Skema berikut adalah zona dimana hal yang telah diketahui seorang individu dan yang belum:


 

Perkembangan Bahasa pada Anak hingga Dewasa

Manusia tidak langsung terlahir dengan alat ucap yang sempurna. Alat ucap digunakan untuk menghasilkan suara yang memiliki sebuah ungkapan. Seorang balita akan mencoba membuat bunyi-bunyian secara sembarang untuk mengungkapkan apa yang diinginkannya. Sementara itu orang-orang di sekitarnya akan mencoba menelaah apa yang ia maksud. Hal ini bisa diimplikasikan dari ekspresi si balita tersebut, jika tertawa maka itulah yang dimaksud, sebaliknya jika menangis. Dari peristiwa tersebut, orang di sekitar (biasanya orang tua) akan memberitahukan bahasa apa yang seharusnya digunakan oleh balita tersebut. Hal itu akan masuk ke dalam pikirannya dan secara perlahan akan menjadi informasi baru bagi sang bayi. Selanjutnya, akan ada beberapa tahapan lagi yang dilalui setiap orang dalam perkembangan bahasanya masing-masing:

1. Menciptakan Frasa 
Proses berbahasa pada anak-anak dimulai dengan menyerap kata-kata yang ia dengar di sekitarnya. Pada tahap usia dini, anak-anak perlu menyerap informasi sehingga kata yang ada dalam benak mereka menjadi sebuah informasi. Dengan begitu, semakin banyak kata beserta maknanya yang diserap, seorang anak akan dapat merangkainya satu per satu menjadi sebuah frasa yang memiliki arti. 

2. Fonologi
Fonologi berkaitan dengan masalah bunyi-bunyian, baik yang diucapkan maupun yang didengar. Perkembangan bahasa pada anak, secara kognitif, sangat dipengaruhi oleh lingkungannya. Apa yang didengar oleh seorang anak akan menjadi alat berkomunikasi dengan diucapkannya lagi pada konteks yang berbeda. Tentunya hal ini dapat dilakukan apabila sebuah kata telah dipahami maknanya.

Bunyi-bunyi kata dalam setiap bahasa, di setiap daerah, tentunya akan berbeda-beda. Maka dari itu, aspek fonologi akan menunjukkan dimana kebahasaan seseorang berkembang.

3. Morfologi
Morfologi berkaitan dengan perubahan bentuk pada kata. Kata terkadang harus dikembangkan agar bentuknya sesuai dengan konteks. Setelah memahami pengucapan serta arti sebuah kata, maka tahapan berikutnya pada perkembangan kebahasaan anak adalah menggunakan kata dengan tepat. Kata akan berkembang menggunakan imbuhan-imbuhan atau perubahan pada salah satu/beberapa vokal di dalamnya yang akan menghasilkan makna yang mendekati kata dasarnya. Hal ini akan diperoleh dari lingkungan serta media-media, seperti tulisan, bacaan dll. lalu diterima dan masuk ke dalam pikiran anak.

4. Sintaksis
Sebuah ungkapan akan bisa dikomunikasikan dengan baik apabila hal tersebut dirangkai dalam susunan kata yang baik dan terstruktur, terutama dalam konteks tulisan. Sintaksis berkaitan dengan tata bahasa dan hubungan antar kata. Penataan bahasa ada pada tahap dimana anak mempelajari aturan-aturan, yang oleh Piaget disebut Tahapan Operasional Konkrit. Pada tahap ini, anak dipercayai mampu menyusun kata-kata menjadi sebuah kalimat yang menghasilkan sebuah ide kompleks.

5. Semantik
Semantik berkaitan dengan makna kata. Makna dari kata akan berubah-ubah sesuai dengan strukturnya, misalnya adanya kontradiksi, parafrase atau persamaan dan lawan kata. Pada tahap operasi formal, atau dinyatakan dewasa, seorang anak remaja akan mampu mencerna makna dari sebuah ungkapan.

6. Pragmatik
Tahap ini merupakan tahap perkembangan kebahasaan yang mencangkup keseluruhan aspek kebahasaan dalam perkembangan kognitif yang telah disebutkan. Pragmatik adalah sebuah ilmu kebahasaan yang mempelajari hubungan antara konteks dan makna. Makna dari sebuah ungkapan terkadang tidak bisa ditelan mentah-mentah. Faktor yang mempengaruhi berubahnya suatu makna dalam ungkapan yaitu konteks. Konteks merujuk pada sebuah situasi, keadaan dan kondisi ketika suatu bahasa hendak digunakan. Maka dari itu, perkembangan kebahasaan seseorang akan dinilai berhasil apabila seseorang telah dapat menggunakan kata secara terstruktur, mengungkapkan/menangkap suatu arti ungkapan dengan benar dan merujuk kepada konteks yang tepat.

Published: By: Restu Bias Primandhika - 12/02/2016 04:04:00 PM

19 Nov 2016

Istilah-Istilah Presentasi Formal dalam Bahasa Inggris

 

OPENING 
Good morning/afternoon/evening, Ladies and Gentlemen.
I’d like to thank you to take the opportunity to thank you for coming here today…

BEGINNING 
Right, let’s make a start.
I’m going to begin by…
I’m here today to…

BUT FIRST OF ALL 
Let me introduce myself, I’m … and there are …
My name is … and here I have… with me.
I’d like to pass you over to… who is going to talk to you through…
I’m going to hand you over to … who is going to talk to you present…
… will be telling you about
… is now going to take over

ORGANISATION
My presentation is divided into … parts.
There are … main points.
I’d like to begin with…

EXPLAINING
To begin with… I will be explaining the/about… , first.
The first point is… that is…

REFERRING
Let’s take/have a look at …
I’d like to draw you an attention to…
As you can see…


Published: By: Restu Bias Primandhika - 11/19/2016 05:57:00 AM

3 Nov 2016

Behind the Scene, First Impression on Testdriving the DJI Osmo Mobile

Months or years ago, I used to shoot some pre-weds with a DSLR. Yet, today is completely an 'honourable' day for me to test capturing moments with such an 'ultimate' vlogging gear. I was quite satisfied with the feature it gave and they, some fellas, are also impressed with both its sophistication and quality.


Before the mobile version, I went capturing a moment like this with the 'real' Osmo. I somehow feel satisfied yet disappointed with the previous one. That had been the first time I shot with Osmo and it quickly ran out of battery in the middle of the fun. Hence, I found this device is more suitable to make the BTS. I did not focus on videomaking this time, I tried to master the use and feature it has. I share my 'ex-Osmo' with my friend, Cherisa Yohanes, so that she can also learn how to shot with it.

Cherisa and I recorded the portraits.
The main photographs in this occasion was entirely taken by Nico Dewantara with the great Sony A7 series camera he has and also his impressive photographs perspective. So he could also participating to take some BTS activities as BTS archives.

I am quite impressed to use this DJI Osmo Mobile combined with my smartphone Samsung S6. Both really great 'couple' to capture daily moments or even to vlog. Without any addition, the smartphone is actually has a stabilisation feature already. Added by this Osmo thing, I can say that this is a stable device with stabiliser, that create such a great-smooth footage.


   
Published: By: Restu Bias Primandhika - 11/03/2016 05:05:00 PM

24 Okt 2016

Mengenal Angka dan Simbol dalam Bahasa Inggris

Pengenalan Bahasa Inggris untuk Pembelajaran Matematika Sekolah Menengah: Mengenal Angka dan Simbol dalam Bahasa Inggris


oleh Dr. Hj. Euis Eti Rohaeti, M.Pd. dan Restu Bias Primandhika, S.S



Hal yang paling mendasar dalam matematika adalah mengenal angka serta simbol-simbol operasinya. Pengucapan angka & simbol dalam Bahasa Indonesia mungkin sudah tidak menjadi kesulitan bagi pelajar matematika. Untuk memulai mempelajari cara menulis dan mengucapkannya dalam Bahasa Inggris, berikut adalah istilah-istilah Bahasa Inggris untuk angka dan simbol:

Angka Dasar (Basic Number)

Dimulai dengan mengenal angka satu digit:
  1. Satu = One
  2. Dua = Two
  3. Tiga = Three
  4. Empat = Four
  5. Lima = Five
  6. Enam = Six
  7. Tujuh = Seven
  8. Delapan = Eight
  9. Sembilan = Nine
dan Nol yaitu Zero, atau dalam penyebutan-penyebutan tertentu kadang diucapkan /o/, 502 yang dibaca Five o' Two. Selanjutnya yaitu angka dua digit yang dalam Bahasa Inggris disebut dengan dozens, yang berarti puluhan/belasan. Angka dua digit ini dimulai dari 10~99:
  • 10. Sepuluh = Ten (Kesalahan umum pada penulisan: Teen)
  • 11. Sebelas = Eleven
  • 12. Dua Belas = Twelve (Kesalahan umum pada penulisan: Twoteen)
  • 13. Tiga Belas = Thirteen (Kesalahan umum pada penulisan: Threeteen)
  • 14. Empat Belas = Fourteen
  • 15. Lima Belas = Fifteen (Kesalahan umum pada penulisan: Fiveteen)
  • 16. Enam Belas = Sixteen
  • 17. Tujuh Belas = Seventeen
  • 18. Delapan Belas = Eighteen
  • 19. Sembilan Belas = Nineteen
*Hindari kesalahan-kesalahan pada penulisan tersebut 

Hampir mirip dengan angka belasan, angka puluhan yang dimulai dari 20 (Dua Puluh) hingga 99 (Sembilan Puluh Sembilan) ini akan mempunyai kombinasi dalam penyebutan, berikut adalah contoh-contoh bilangan dua digit:
  • 20. Dua Puluh = Twelve
  • 21. Dua Puluh Satu = Twenty One
  • 22.  Dua Puluh Dua = Twenty Two
  • 34. Tiga Puluh Empat = Thirty Four (Kesalahan umum pada penulisan: Threety)
  • 47. Empat Puluh Tujuh = Forty Seven (Kesalahan umum pada penulisan: Fourty)
  • 54. Lima Puluh Empat = Fifty Four (Kesalahan umum pada penulisan: Fivety)
  • 80. Delapan Puluh = Eighty
*Hindari kesalahan-kesalahan pada penulisan tersebut
*Selengkapnya ada di presentasi di bawah
Boleh dibilang tahapan terakhir mempelajari angka adalah dalam mengenal ratusan (hundreds). Angka di ratusan ini adalah kombinasi penyebutan dari satu dan dua digit ditambah dengan istilah hundred. Salah satu contohnya adalah:
348
  • dibaca: Tiga Ratus Empat Puluh Delapan
  • dalam Bahasa Inggris: Three Hundred (300) + Forty (40) + Eight (8)
jadi, 348 dalam Bahasa Inggris diucapkan Three Hundred Forty Eight. Contoh lainnya adalah:
716
  • dibaca: Tujuh Ratus Enam Belas
  • dalam Bahasa Inggris: Seven Hundred (700) + Sixteen (16)
jadi, 716 dalam Bahasa Inggris diucapkan Seven Hundred Sixteen.

Setelah mengenal pengucapan maupun penulisan angka ratusan, maka akanlah mudah jika menuliskan jumlah angka hingga trilyunan sekalipun. Yang perlu diingat disini adalah istilah-istilah dari banyaknya nol, yaitu:

X.000 = Ribuan (Thousand)
X.000.000 = Jutaan (Million)
X.000.000.000 = Milyar (Billion)
X.000.000.000.000 = Triliyun (Trillion)

Mari langsung menuju contoh yang sangat rumit:
895.654.135.978.465
  • dibaca: Delapan ratus sembilan puluh lima triliyun, enam ratus lima puluh empat milyar, seratus tiga puluh lima juta, sembilan ratus tujuh puluh delapan ribu, empat ratus enam puluh lima.
  • dalam Bahasa Inggris:  
    • Eight hundred ninety five (895) + Trillion
    • Six hundred fifty four (654) + Billion
    • One hundred thirty five (135) + Million
    • Nine Hundred seventy eight ( 978) + Thousand
    • Four hundred (400)
    • Sixty (60)
    • Five (5)
jadi, 895.654.135.978.465 dalam Bahasa Inggris diucapkan Eight hundred ninety five trillion, six hundred fifty four billion one hundred thirty five million nine Hundred seventy eight thousand four hundred sixty five.

Nomor Urut (Ordinal Numbers)

Nomor urut digunakan untuk menunjukan posisi, rangking ataupun urutan ke-berapa. Dimulai dari:
  • Pertama - first (disingkat: 1st)
  • Kedua - second (disingkat: 2nd)
  • Ketiga - third (disingkat: 3rd)
  • Keempat - fourth  (disingkat: 4th)
  • Kelima - fifth (disingkat: 5th)
  • Keenam - sixth (disingkat: 6th)
  • Ketujuh - seventh (disingkat: 7th)
  • Kedelapan - eighth (disingkat: 8th)
  • Kesembilan - ninth (disingkat: 9th)
Untuk nomor urut dua digit, mulai dari angka 11~20, kita hanya perlu menambahkan akhiran -th saja dari angka-angka yang sudah dijelaskan diatas. Misalnya: Ke-11 menjadi eleventh/11th, Ke-17 menjadi seventeenth/17th  dan Ke-20 menjadi twentieth/20th. Lalu untuk nomor urut 20-90, kita kembali lagi mengacu pada nomor urut awal, misalnya: Ke-21 menjadi twenty-first/21st dan tidak menjadi twenty-oneth. Begitupula selanjutnya: Ke-32 menjadi twenty-second/32nd, ke-43 menjadi twenty-third. Mulai dari angka yang berujung lebih dari tiga, maka kita gunakan kembali akhiran -th, contoh: Ke-54 menjadi fifty-fourth dan Ke-327 menjadi three hundred twenty seventh/327th.

Pecahan dan Desimal (Fraction and Decimals)

1. Pecahan
Mengucapkan pecahan mempunyai istilah-istilah tersendiri serta melibatkan penggunaan istilah nomor urut. Bagian-bagian dalam pecahan meliputi: Pembilang (numerator) dan penyebut (denominator). Ada dua alternatif dalam cara menyebutkan pecahan dalam Bahasa Inggris, yang paling umum digunakan adalah kedua cara berikut ini contoh pecahan berikut:

$\frac{14}{26}$ 
  • Fourteen over twenty-six
  • Fourteen-twenty sixths
Apabila pembilang lebih nilainya dari satu, maka nomor urut harus ditambahkan 's' yang menunjukan jamak. Berbeda halnya dengan, ½ (setengah) yang bisa ditulis one over two atau one-second (second tidak menjadi seconds, karena pembilang angkanya tunggal). Istilah tersebut jarang sekali digunakan, setengah dalam Bahasa Inggris cenderung disebut half. Sedangkan ¼ (seperempat) disebut quarter atau one-fourth.

2. Desimal
Penulisan/pengucapan desimal sangatlah sederhana. Kita hanya perlu mengingat istilah (.) yang dalam desimal disebutk point atau titik. Berbeda dengan di Indonesia, desimal dipisahkan oleh koma (,). Maka dari itu, jangan sampai tertukar. Contoh sederhana dari cara menuliskan desimal dalam Bahasa Inggris yaitu:
3.14
ditulis: Three point one four, bukan three point fourteen. Jadi bisa disimpulkan bahwa angka dibelakang koma akan disebutkan satu persatu. Seperti:
24.6234
ditulis: Twenty four point six two three four.
  

Simbol (Symbol)

Tentunya simbol dalam matematika ada banyak sekali. Yang akan dijelaskan disini adalah beberapa simbol yang sering digunakan (simbol lain-lain ada di presentasi powerpoint diatas). Dimulai dari operasi matematika sederhana:

(+) (tanda jumlah: addition sign) dalam pengoprasian ditulis plus

5 + 6 = 11
Five plus six is eleven

(-) (tanda kurang: subtraction sign) dalam pengoprasian ditulis minus

7 - 6 = 1
Seven minus six is one

(×), (*), (.) (tanda kali: multiplication sign) dalam pengoprasian ditulis times

7 × 6 = 42
Seven times six is forty-two

(÷), (/) (tanda bagi: division sign) dalam pengoprasian ditulis divided by

9 ÷ 3 = 3
Nine divided by three is three

(=)  (tanda sama dengan: equal sign) dalam pengoprasian ditulis is, equals atau is equal to
8 + 2 = 10
Eight plus two is (equal{s} to) ten. Sedangkan untuk menyatakan nilai, harus diawali dengan pernyataan The value of ... yang berarti 'nilai dari.' Seperti: x+4 > 5 sedangkan  x-3 ≤ y - Dibaca: the value of x plus four is greater than five, meanwhile the value of x minus three is less than or equal to y.

(^) (perpangkatan: exponentiation) dalam pengoprasian ditulis ...raised to (the power of)...
5^2
diucapkan five raised to (the power of) two yang berarti 'lima dipangkatkan dua.' Selain itu bisa juga, dengan lebih sederhana, diucapkan five-squared yang berarti lima kuadrat. Sedangkan untuk pangkat tiga (3) bisa juga diucapkan dengan cubed. Contohnya: 53 = 125 dibaca five rasied to the power of three is one hundred twenty five atau five-cubed equals one hundred twenty five.

(√) (akar: root/radical sign) dalam pengoprasian ditulis the ... root of  ...

Dalam operasi yang menggunakan akar, kembali kita harus menggunakan nomor urut. Dimulai dari akar kuadrat (²√),
²√64 = 8
bisa dinyatakan dengan the square root of sixty four is eight, sedangkan untuk akar kubik (∛) dinyatakan dengan the cube root of ... dan untuk akar empat seterusnya, diucapkan dengan nomor urut misalnya ∜16 = 2, the fourth root of sixteen equals two.



Sumber Rujukan:
Widdiharto, Rachmadi. 2008. Pengenalan Bahasa Inggris untuk Pembelajaran Matematika SMP.  Yogyakarta: Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Matematika

Published: By: Restu Bias Primandhika - 10/24/2016 01:17:00 AM

 

Sponsor